Klik! Jadi

ABG ’90-an pernah sangat intens menggunakan produk teknologi yang bernama photo-box. Generasi Instagram sekarang mungkin asing, atau bahkan tak kenal dengan hiburan tersebut. “Kotak ajaib” kedua setelah televisi, yang hasil gambarnya dapat kita tentukan sendiri. Semacam fitur timer pada kamera konvensional. Bedanya, photo-box memungkinkan kita untuk melihat langsung penampilan kita di layar sebesar televisi 15 inch. Para ABG—yang mayoritas perempuan—asik berpose dan berubah posisi demi hasil foto yang maksimal. Sebagai pelengkap, pemilik studio foto menyediakan berbagai properti penunjang seperti topi, kacamata, dan wig.

Dua dasawarsa berselang, “kotak ajaib” tersebut tak sepenuhnya lenyap. Mereka bervolusi, dengan menciutkan dan mencanggihkan diri. Lahirlah yang kini kita kenal sebagai webcam. Kamera khusus pengguna komputer yang kini tertanam pada laptop, tak bisa dipungkiri memenuhi hasrat berfoto orang banyak. Kita tak perlu lagi capek-capek pergi ke studio foto, dan mengeluarkan uang sebesar harga Slurpee saat ini. Cukup dengan menyalakan laptop, mengaktifkan webcam, dan voila!, kita punya photo-box pribadi. Posisi tak terpaku pada duduk atau berdiri saja. Kini sambil tidur pun jadi.

tumblr_m81gmgEtke1rbeporo1_1280

klik jadi

Webcam telah membalikkan fungsi kamera untuk merekam pemiliknya sendiri. Perubahan ini terjadi seiring berjalannya waktu, menandakan perubahan zaman, dan pergeseran tren serta perilaku merekam itu sendiri.

After Photo-box karya Nissal Berlindung mengajak kita untuk mengalami pergeseran tersebut, dan ikut larut dalam tren yang sedang berlangsung. Dengan webcam, semua bisa menjadi fotografer dan model sekaligus. Jangan lupa bergenit-genit ria mencoba beragam filter yang tersedia.

Silakan submit foto kalian yang diambil menggunakan webcam ke www.klikjadi.tumblr.com, atau ke @klikjadi dengan mencantumkan #klikjadi. Selamat berfoto ria!


eflyer_topcollection3

Tulisan ini awalnya dibuat sebagai teks pelengkap karya After Photo-box oleh Nissal Berlindung dalam pameran Top Collection #3 di RURU Gallery pada 21 Juli – 4 Agustus 2012. Pameran yang dikuratori Julia Sarisetiati ini melibatkan enam seniman muda, antara lain Agan Harahap (Jakarta), Nissal Nur Afryansah (Jakarta), Reza Afisina (Jakarta), Reza Mustar (Jakarta), dan The House is Black (Jakarta). Karena suatu hal, tulisan ini tidak jadi dimuat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s